Ikhtisar Pertemuan Ke-8 Mata Kuliah Media Komunikasi Publik
: Macam-Macam Media Cetak
Belakangan ini banyak kasus
kecelakaan terjadi di berbagai daerah, penyebabnya tak lain adalah karena
kendaraan yang sudah tidak layak pakai maupun faktor kesalahan manusianya itu
sendiri. Hal inilah yang memicu beberapa pihak tengah gencar-gencarnya melakukan
sosialisasi mengenai keselamatan berkendara di jalan raya. Pihak-pihak terkait
seperti kepolisian, dinas perhubungan, dan lain sebagainya sangat mengharapkan
setelah proses sosialisasi tersebut angka kecelakaan yang terjadi dapat
diturunkan atau minimal para pengguna jalan menjadi lebih sadar dan mengerti
akan pentingnya keselamatan saat berkendara.
Pada pertemuan ke 8 dalam mata kuliah media komunikasi
publik taruna Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan prodi Manajemen
Keselamatan Transportasi Jalan (Kelas B), telah membahas mengenai apa itu media
cetak, fungsi, tujuan, dan cara menyebarluaskannya, dengan salah satu caranya
adalah dibagikan pada saat sosialisasi keselamatan.
Sosialisasi keselamatan juga
merupakan salah satu bentuk komunikasi, dan di dalam komunikasi tersebut
terdapat sebuah media yang digunakan. Media komunikasi sendiri merupakan suatu sarana atau perantara yang
digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada komunikan. Media
komunikasi terdiri dari beberapa jenis, salah satu diantaranya adalah media
cetak. Media cetak berbentuk stiker, brosur, dan pamflet adalah yang sering
kita jumpai dalam kampanye atau sosialisasi keselamatan berkendara. Lalu, apa
perbedaan diantara 3 media cetak tersebut?
1.
Stiker
Stiker adalah jenis label : sepotong kertas cetak, plastik , atau bahan
lainnya dengan perekat sensitif tekanan di satu sisi. Mereka bisa
digunakan untuk hiasan atau untuk tujuan fungsional, tergantung situasinya.
(Wikipedia)
Stiker dinilai paling efisien menyampaikan pesan mengenai
keselamatan, karena bahasa yang digunakan merupakan bahasa yang singkat namun
padat akan makna. Stiker juga biasanya ditempel di tempat-tempat yang mudah
dilihat oleh pemilik kendaraan tersebut , sehingga setiap hendak menggunakan
kendaraannya si pemilik kendaraan akan membaca pesan yang ada pada stiker
tersebut, dan hal ini secara tidak sadar akan membuat orang yang membaca
tulisan tersebut memiliki sugesti untuk selalu berhati-hati saat berkendara.
Contoh stiker :
2.
Brosur
Brosur adalah buku yang diterbitkan
secara tidak berkala yang dapat terdiri dari satu hingga sejumlah kecil
halaman, tidak terkait dengan terbitan lain, dan selesai dalam sekali terbit.
Halamannya sering dijadikan satu (antara lain dengan stapler,
benang,
atau kawat),
biasanya memiliki sampul, tetapi tidak menggunakan jilid keras. (Wikipedia)
Brosur
umumnya dicetak pada kedua sisi, dan dilipat dengan pola lipatan tertentu
hingga membentuk sejumlah panel yang terpisah, informasi dalam brosur ditulis
dalam bahasa yang ringkas, yang dimaksudkan agar mudah dipahami dalam waktu
singkat. Desai pada brosur juga dibuat semenarik mungkin, dan dicetak di atas
kertas yang baik dalam usaha membangun citra yang baik terhadap objek sedang
dibahas atau yang hendak disebar luaskan.
Contoh
Brosur :
3.
Pamflet
Pamflet adalah tulisan
yang dapat disertai dengan gambar atau tidak, tanpa penyampulan maupun
penjilidan, yang dicantumkan pada selembar kertas di satu sisi atau kedua
sisinya, lalu dilipat atau dipotong setengah, sepertiga, atau bahkan
seperempatnya, sehingga terlihat lebih kecil (dapat juga disebut selebaran). (Wikipedia)
Pamflet sendiri memiliki
ciri-ciri umum yakni menggunakan
bahasa yang singkat, jelas dan persuasif, ditulis dengan jelas (huruf cetak)
agar mudah terbaca, dan biasanya tema yang digunakan bersifat aktual (up to
date).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar