Laman

Sabtu, 20 Mei 2017

Ikhtisar Pertemuan Ke-8 Mata Kuliah Media Komunikasi Publik : Macam-Macam Media Cetak

Ikhtisar Pertemuan Ke-8 Mata Kuliah Media Komunikasi Publik : Macam-Macam Media Cetak


Belakangan ini banyak kasus kecelakaan terjadi di berbagai daerah, penyebabnya tak lain adalah karena kendaraan yang sudah tidak layak pakai maupun faktor kesalahan manusianya itu sendiri. Hal inilah yang memicu beberapa pihak tengah gencar-gencarnya melakukan sosialisasi mengenai keselamatan berkendara di jalan raya. Pihak-pihak terkait seperti kepolisian, dinas perhubungan, dan lain sebagainya sangat mengharapkan setelah proses sosialisasi tersebut angka kecelakaan yang terjadi dapat diturunkan atau minimal para pengguna jalan menjadi lebih sadar dan mengerti akan pentingnya keselamatan saat berkendara.
Pada pertemuan ke 8 dalam mata kuliah media komunikasi publik taruna Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan prodi Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan (Kelas B), telah membahas mengenai apa itu media cetak, fungsi, tujuan, dan cara menyebarluaskannya, dengan salah satu caranya adalah dibagikan pada saat sosialisasi keselamatan.
Sosialisasi keselamatan juga merupakan salah satu bentuk komunikasi, dan di dalam komunikasi tersebut terdapat sebuah media yang digunakan. Media komunikasi sendiri merupakan suatu sarana atau perantara yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada komunikan. Media komunikasi terdiri dari beberapa jenis, salah satu diantaranya adalah media cetak. Media cetak berbentuk stiker, brosur, dan pamflet adalah yang sering kita jumpai dalam kampanye atau sosialisasi keselamatan berkendara. Lalu, apa perbedaan diantara 3 media cetak tersebut?
1.       Stiker
Stiker adalah jenis label : sepotong kertas cetak, plastik , atau bahan lainnya dengan perekat sensitif tekanan di satu sisi. Mereka bisa digunakan untuk hiasan atau untuk tujuan fungsional, tergantung situasinya. (Wikipedia)
Stiker dinilai paling efisien menyampaikan pesan mengenai keselamatan, karena bahasa yang digunakan merupakan bahasa yang singkat namun padat akan makna. Stiker juga biasanya ditempel di tempat-tempat yang mudah dilihat oleh pemilik kendaraan tersebut , sehingga setiap hendak menggunakan kendaraannya si pemilik kendaraan akan membaca pesan yang ada pada stiker tersebut, dan hal ini secara tidak sadar akan membuat orang yang membaca tulisan tersebut memiliki sugesti untuk selalu berhati-hati saat berkendara.
Contoh stiker :

2.       Brosur
Brosur adalah buku yang diterbitkan secara tidak berkala yang dapat terdiri dari satu hingga sejumlah kecil halaman, tidak terkait dengan terbitan lain, dan selesai dalam sekali terbit. Halamannya sering dijadikan satu (antara lain dengan stapler, benang, atau kawat), biasanya memiliki sampul, tetapi tidak menggunakan jilid keras. (Wikipedia)
Brosur umumnya dicetak pada kedua sisi, dan dilipat dengan pola lipatan tertentu hingga membentuk sejumlah panel yang terpisah, informasi dalam brosur ditulis dalam bahasa yang ringkas, yang dimaksudkan agar mudah dipahami dalam waktu singkat. Desai pada brosur juga dibuat semenarik mungkin, dan dicetak di atas kertas yang baik dalam usaha membangun citra yang baik terhadap objek sedang dibahas atau yang hendak disebar luaskan.
Contoh Brosur :

3.       Pamflet
Pamflet adalah tulisan yang dapat disertai dengan gambar atau tidak, tanpa penyampulan maupun penjilidan, yang dicantumkan pada selembar kertas di satu sisi atau kedua sisinya, lalu dilipat atau dipotong setengah, sepertiga, atau bahkan seperempatnya, sehingga terlihat lebih kecil (dapat juga disebut selebaran). (Wikipedia)
Pamflet sendiri memiliki ciri-ciri umum yakni menggunakan bahasa yang singkat, jelas dan persuasif, ditulis dengan jelas (huruf cetak) agar mudah terbaca, dan biasanya tema yang digunakan bersifat aktual (up to date).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar