Dalam kehidupan manusia
sehari-hari tentunya tidak terlepas dari komunikasi, baik komunikasi antar
individu, maupun komunikasi antara individu dengan kelompok, dan sebaliknya.
Komunikasi sendiri merupakan sebuah proses penyampaian pesan dari seseorang ke
orang lain untuk menyampakan informasi.
Menurut Claude D. Shannon dan Warren
Weaver dalam bukunya yang berjudul “Theories
of Mass Communication”, komunikasi digambarkan sebagai proses linear dan
searah.
Seperti yang dapat kita lihat
pada bagan diatas, Shannon dan Weaver mengasumsikan bahwa sumber informasi
menghasilkan suatu pesan untuk dikomunikasikan dari serangkaian pesan yang
dimungkinkan.
- Transmitter adalah mekanisme suara yang menghasilkan sinyal atau kata-kata yang diucapkan, yang ditransmisikan lewat udara (sebagai saluran). Transmitter itu sendiri berfungsi mengubah pesan menjadi sinyal yang sesuai dengan saluran yang digunakan.
- Saluran (channel) adalah sebuah medium yang digunakan untuk mengirimkan sinyal atau tanda dari transmitter ke penerima (receiver)
- Dalam sebuah proses percakapan, yang menjadi sumber informasi adalah otak kita
- Yang berperan menjadi penerima (receiver), yakni mekanisme pendengaran, mekanisme ini melakukan operasi yang sebaliknya yang dilakukan transmitter dengan merekonstruksi pesan dari sinyal, dan
- Tujuan (destination) adalah (otak) orang yang menjadi tujuan tersebut.
Menurut Shannon dan Weaver pula, gangguan dalam proses
komunikasi akan selalu ada.
Dengan adanya sumber gangguan
(noise source) ini banyak kemungkinan
dapat terjadi, misalnya pesan yang disampaikan oleh sumber informasi
tidak sampai ke tujuan, penerima pesan salah mengartikan pesan, dan dapat pula
pesan justru diterima oleh orang lain.
Di era modern, komunikasi dapat disampaikan
melalui berbagai media, seperti televisi, radio, poster maupun spanduk, atau
bahkan melalui gadged berupa telepon
genggam, laptop dan lain sebagainya yang saat ini sedang digemari oleh banyak
orang mulai dari remaja hingga orang dewasa, namun perlu kita ketahui pula
bahwa pada zaman dahulu, manusia telah melakukan komunikasi dengan alat atau
media yang sederhana, misalnya kentongan. Kentongan pada zaman dahulu dipukul
atau dibunyikan ketika hendak mengumpulkan warga maupun sebagai tanda jika
terdapat bahaya seperti terjadinya kebakaran atau bencana lainnya.
Komunikasi dalam kehidupan
sehari-hari memiliki beberapa fungsi, diantaranya :
1. Menyampaikan pikiran atau perasaan
2. Memungkinkan untuk mengumpulkan informasi tentang orang
lain
3. Menolong
seseorang memenuhi kebutuhan interpersonal
4. Tidak terasing atau terisolasi dari
lingkungan
5. Mengajarkan atau memberitahukan
sesuatu
6. Mengetahui atau mempelajari dari
peristiwa di lingkungan
7. Mengenal diri sendiri
8. Menambah pengetahuan dan merubah
sikap serta perilaku kebiasaan
Komunikasi itu sendiri memiliki tujuan yang akan dicapai,
yaitu untuk menciptakan
pemahaman bersama, atau mengubah persepsi, bahkan perilaku, sedangkan tujuan komunikasi secara
umum antara lain :
1. Supaya yang disampaikan dapat dimengerti
oleh pihak lain
2. Dapat memahami orang lain
3.
Supaya gagasan dapat diterima oleh orang
lain
4. Menggerakkan orang lain untuk melakukan
sesuatu
Media Komunikasi
Media merupakan unsur utama dari terbentuknya sebuah komukasi yang baik.
Media komunikasi merupakan suatu sarana atau perantara yang digunakan
untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada komunikan. Media komukasi yang
baik dan benar akan menghasilkan informasi yang tepat serta efisien dari
komunikator kepada komunikannya. Contoh media komunikasi diantaranya surat
kabar, majalah, buku, brosur, buletin, dan lain sebagainya. Namun, jika dalam
kahidupan sehari-hari kita banyak menjumpai benda atau perabotan yang terdapat
gambar atau tulisan yang merujuk ke sebuah lembaga atau intansi, itu juga dapat
dikategorikan sebagai media komunikasi. Misalnya jika kita menjumpai sebuah
bolpoin atau benda lain yang bergambar atau bertuliskan nama dari sebuah
istansi, maka bolpin tersebut juga merupakan sebuah media komunikasi, atau jika
kita sedang berada di jalan lalu menjumpai taruna atau taruni yang sedang berjalan
dengan menggunakan seragam dan atribut yang terdapat lambang PKTJ maka dapat
disimpulkan pula bahwa orang tersebut merupakan bagian dari PKTJ, dalam hal ini
secara tidak sadar kita telah melakukan komunikasi melalui media komunikasi.